PACITAN – JAWA TIMUR

SURGA TERSEMBUNYI DI BARAT DAYA SURABAYA

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

18 April  2014

Hay balik lagi nih .. saya bakal cerita tentang perjalanan saya dan abi 5 bulan yang lalu. Yah baru sempet posting ceritanya nih.

Kali ini saya travelling ke salah satu tempat yang jarang orang lain kunjungi. Mau tau alasannya? Karena saya ingin menikmati keindahan alam yang sesungguhnya dan belum tercemari.

Kali ini saya travelling ke salah satu daerah di Jawa timur. Pacitan.. salah satu daerah yang mempunyai potensi alam yang mengagumkan. Awal mulanya kita hanya ingin silaturahmi ke rumah kak Iie (kakak ipar) yang bertepatan di daerah Surabaya. Dengan tanpa banyak diskusi, abi langsung beli tiket ekonomi AC Jakarta (Ps. Senen)- Surabaya (Ps. Turi) PP untuk 2 orang seharga 100rb pp/ orang.

******

Jam 14.00 waktu Jakarta..

Kami sudah standby di st. Pasar Senen setelah tadi mampir dulu ke mesjid dekat stasiun untuk sholat jumat (buat abi tetep gak tinggal sholat nya (saalluut). Kereta berangkat sesuai jadwal. Kali ini kami duduk dekat rombongan kantor.. sumpah berisik bgt (kalah dah anak alay) , untung mereka cuma sampai Semarang. Sepanjang perjalanan telinga disumbat pake headset biar bisa tidur tapi gak mempan (tobaaatt daaahh). Waktu perjalanan yang kami tempuh selama 13 jam (apa gak mabok tuh badan). Menurut tiket, kami akan tiba di st. Pasar Turi sekitar jam 03.30 (apa gak tepos tuh).

Saat magrib tiba hari sudah mulai gelap. Dari kaca jendela sudah mulai gak keliatan lagi pemandangan hanya hitam kelam. Kadang terlihat lampu2 yang menerangi rumah penduduk yang dilewati dan hanya sinar bulan dan bintang yang terlihat (lebaay)…

Jam 10 malam kereta berhenti di st. Poncol. Akhirnya turun juga tuh rombongan… Babay … tidur nyenyak lagi kita..hahhay…

tututt…berangkat lagi keretanya.

*************************************

19 April 2014

Jam 03.30 wib tiba tepat waktu di st. Pasar Turi.. Eits perjalanan kami belum selesai sampai di sini. Kami harus menempuh perjalanan lagi selama 8-9 jam ke Pacitan (tepar gak tuh?? semangat… #lemes).

Kami langsung telepon supir mobil sewaan yang sudah kami booking dengan harga 350rb via telepon sebelumnya. Tanpa memikirkan mandi atau perut, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Pacitan. Selama perjalanan kami gunakan untuk istirahat karena selama di kereta kami gak bisa istirahat sama sekali.

Ketika hendak tidur, sempat ada sedikit perbincangan antara kami dengan pak supir yang lupa kami tanya namaya itu.

“Mau kemana pak?” tanya pak supir

“Pacitan pak” jawab abi

“Itu jauh loh pak” Pak supir gak percaya

“Iya tau pak makanya sewa mobil. tau kan pak?” tanya saya ke pak supir.

“Tau mba. ngomong2 mau kemana aja mba?”

“nih mau kesini” jawab saya sambil nyodorin itin dan peta yang sudah saya buat dan siapkan.

“sembilan jam loh mba” ulas pak supir.

“oh ya? kalo saya liat di google map cuma 4jam pak” jawab saya saking gak percayanya.

“google map itu hitungannya 100km/jam mba” jelas pak supir

“oh gitu yak pak. ya udah pak lanjut aja. maaf ya pak kami gak ngajak ngobrol dulu.. mau istirahat.”

“oke mba silahkan”

***

Jam 05.00 wib pagi kita berhenti dulu di SPBU buat solat subuh dan sekalian cuci muka serta gosok gigi (walau gak mandi tapi gak bau mulut… hehhehe). Setelah itu lanjut lagi perjalanannya.

Jam sudah menunjukan 08.00 wib waktu Surabaya..

Kami baru sampai di daerah Madiun. Perut sudah gak bisa lagi diajak kompromi, akhirnya kita berhenti di warung kecil pinggir jalan untuk isi perut ala kadarnya. Saat itu saya pesan mie rebus + es teh manis dan abi mie goreng double + es teh manis serta pak supir yg tak lupa kami ajak isi bensin biar kuat mengantarkan kami berpetualang.

Setelah sarapan sekitar jam 08.30 wib kami lanjutkan perjalanan dan lagi-lagi saya gunakan untuk tidur (sumpah lelah bgt naik kereta selama 13 jam). Bangun-bangun kami tiba di Ponorogo. Saya lihat kiri kanan situasi lingkungan daerah setempat. Akhirnya kami masuk di kabupaten Pacitan. Di kabupaten Pacitan kami dipukau oleh keindahan ekosistem daerah sini.

Jalanan hanya ada 2 jalur dan sebelah kanan kami disuguhi tebing kapur yang berwarna warni serta sebelah kiri kami disuguhi gunung kapur yang gak kalah cantiknya dan tak lupa hamparan sawah yang membuat mata tak mau berkedip. Yang membuat saya tak berhenti mengucapkan kebesaran Allah yaitu kali yang dialiri air jernih serta batu kali yang berwarna warni terpantul cahaya matahari. Subhannallah…

Jalanan di kabupaten Pacitan ini sangat ekstrim, berkelak kelok,  tikungan tajam dan tiba-tiba serta panjang. Lumayanlah buat ngocok perut (yang gak kuat jangan lupa minum antimo dulu ya. Saran perut jangan terlalu kenyang takutnya malah jackpot).

Jam 12 di jam tangan saya, kami baru sampai di Kota Pacitan…

Kami harus menempuh perjalanan lagi ke Goa nan cantik yaitu Goa Gong. Waktu tempuh kurang lebih 30-60 menit tergantung kecepatan kendaraan. Trek menuju Goa Gong ini gak kalah mengerikannya. Selain berkelak-kelok, tikungan tajam dan jalan yang hanya 1 jalur, ada pula turunan dan tanjakan yang hampir 60°, so kudu hati-hati dan yang bawa musti jago kalo gak yah wasalam..

***

Jam 12.45 wib kami tiba di Goa Gong..

Tiket masuk cuma 5000 aja per orang dan retribusi parkir cuma 2000 aja untuk mobil.

Tanpa banyak nunggu, kami langsung menaiki anak tangga kira-kira 300meter yang kiri kanannya banyak penjual souvenir. Sampai di mulut goa kami ditawari senter dengan harga sewaan 5000 dan jasa guide yang seikhlasnya. Alhamdulillah kami dapat guide yang asik. Selalu jawab semua pertanyaan dari kami.

Peresmian Goa Gong
Bukti Peresmian Goa Gong

Goa gong di temukan tahun 1924 oleh Mbah Noyosemito & Mbah Joyorejo yang awalnya untuk mencari mata air karena dahulu daerah situ susah air dan dulu masuk goa masih merangkak. Kemudian goa direnovasi dan diresmikan menjadi tempat wisata pada tahun 1997. Goa ini merupakan goa yang terdapat di dalam perut gunung kapur. Pacitan terkenal dengan gunung kapur, makanya gak asing kalau selama perjalanan pasti kita disuguhi dengan pemandangan gunung kapur.

Stalaktit dekat pintu masuk
Stalaktit dekat pintu masuk

3meter dari mulut goa, mulut saya langsung mengucapkan kebesaran Allah. Subhanallah bagus banget stalaktit dan stalakmit nya. Menurut cerita dari guide bahwa stalaktit dan stalakmit ini sudah dari ratusan tahun. Stalaktit dan stalakmit yang saling bertemu menyatu menjadi pilar2 goa yang megah dan gak kalah cantiknya. Di dalam goa ini kita gak usah takut akan gelap karena terdapat lampu warna warni yg menambah keindahan goa.. Saat itu saya berfikir keren juga kalo bikin restoran di bawah goa #korbanDramaKorea. Apabila terus kebawah, kita akan bertemu dengan sungai kecil yang konon menurut kepercayaan setempat bahwa mata air tersebut sakti (tergantung kepercayaan masing2 juga sih).

Stalaktit
Stalaktit

Stalaktit disini memiliki bermacam macam bentuk, ada yang bentuk kuncup bunga, tirai dan bentuk lainnya. Stalakmit nya pun ada yang berbentuk otak, jari dan lain2. Semakin kebawah hawa semakin panas dan oksigen semakin sedikit. Usai melihat lihat keindahan goa, kami kembali ke atas untuk keluar dari goa.

Salaktit & Stalakmit yang membetuk dinding goa
Salaktit & Stalakmit yang membetuk dinding goa

***

Waktu sudah menunjukan jam 13.50, kami langsung cari mushola buat sholat dhuhur dan setelah itu langsung menuju pantai klayar yang letaknya gak begitu jauh dari lokasi saya sekarang dengan trek yang gak beda jauh dengan perjalanan sebelumnya. Bolak belok tanjakan turunan.

Pantai Klayar
Pantai Klayar

30 menit berlalu akhirnya kami tiba di depan pantai klayar.. kedatangan kami disambut dengan hamparan pasir putih dan deburan ombak yang menambah ketenangan. Setelah kami simpan mobil di parkiran, tanpa fikir panjang saya ambil kamera dan bermain main air serta motret keindahan pantai ini. Lagi2 mulut gak berhenti mengucapkan kebesaran Allah atas keindahan ciptaannya. Panjang pantai klayar gak begitu panjang dan terdapat tebing kapur yang mirip spinx di mesir.

Tebing yang mirip dengan Spinx
Tebing yang mirip dengan Spinx

Dengan deburan ombak yang cukup besar dan kencang, terbentuk mini niagara nan cantik.

Mini Niagara
Mini Niagara

Disini juga terdapat sungai kecil yang terhubung langsung dengan laut namun air sungai ini gak asin tapi air tawar.

Sungai kecil yang masih air tawar
Sungai kecil yang masih air tawar
Penghubung sungai dengan laut. Air di penghubung ini masih tawar loh...
Penghubung sungai dengan laut. Air di penghubung ini masih air  tawar loh…
IMG_4650
Sungainya dangkal kok tapi arus airnya deras, jadi musti hati-hati..

Tetap berhati hati kalau berenang karena ombaknya sangat besar. Saran saya usahakan jangan berenang. Saat saya datang, pengunjungnya mayoritas masyarakat sekitar jawa timur.. mungkin karena jauh banget jadi orang males kesini kali yak?

Setelah puas main2 air dan motret2, kami langsung mandi untuk bersih2 (maklum dari kita sampai di surabaya baru ini kami mandi.. hehehe). Biaya untuk kamar mandi umum sebesar 2000 aja. Usai mandi kita makan nasi rames di warung dekat pantai. Selesai makan jam sudah menunjukan pukul 15.30 di jam tangan saya, kami lekas meninggalkan pantai klayar dan kembali ke surabaya.

Bye bye Pacitan … keindahan mu buat saya enggan kembali ke Jakarta dan perjalanan jauh kami gak sia-sia. Selama perjalanan pulang saya gunakan untuk tidur karena badan sangat lelah sekali.

***

Sampai di daerah Madiun hujan badai. Perjalanan pulang ini agak ngeri karena kebanyakan pengguna jalan adalah truk besar tambah lagi jarak pandang sangat pendek akibat hujan badai. Usahakan yang bawa mobil jangan ngantuk dan mampu mengemudi dalam situasi tersebut, jangan seperti supir kami yang tiba2 mengantuk dan sering banting stir, alhamdulillah selamat.

Sampai di surabaya kering gak hujan sama sekali dan kami langsung mencari penginapan yang kami booking saat di perjalanan dengan harga 100rb/ malam. Karena waktu sudah menunjukan jam 01 dini hari kami putuskan untuk tidur.

*************************************

20 April 2014

Bangun pagi2 dan langsung sholat subuh, mandi, sarapan yang disediakan oleh hostel sambil nunggu jemputan untuk ke rumah kak iie. Karena saat tiba di surabaya kemarin kita belum sempat melihat kota surabaya karena masih gelap, nah kali ini kami lihat kota yang dipimpin oleh ibu Risma. Dua kata penilaian dari saya untuk kota surabaya ini yaitu bersih dan lalinnya tertib. Seharian ini kami putuskan untuk istirahat di rumah kak iie sambil main-main ama azam (ponakan).

Jelang sore tiba2 abi ngajak saya ke bonbin dan taman bungkul. Agak males sebenernya karena pasti gak menarik.

Diperjalanan kita sempat di buat bingung dan emosi dengan lalu lintas di sini. banyak arah gak  boleh belok kanan lah, gak boleh muter balik lah, jadi kalau kelewatan ya musti muter jauh banget. GPS aja gak nolong #tepokJidat. Tambah lagi kita kena tilang karena menurut GPS ambil jalan kanan tapi karena ada polisi jadi gak boleh belok kanan harus lurus, akhirnya kena tilang lah kita, untung abi punya senjata pamungkas jadi rupiah gak keluar dari dompet.

Tiba kita di patung suro dan boyo yang sebagai icon Kota Surabaya  yang letaknya depan bonbin (sebenernya abi yang kepengen kesini). Banyak yang foto2 disana tapi sayangnya pengunjung gak matuhin aturan. Plang larangan tertulis “dilarang naik ke bawah patung” dan masih aja yang naik.. aduh susah di atur. Setelah foto2 disini kita menuju taman bungkul (katanya sih taman yang masuk taman internasional). Sesampainya disana saya lihat tamannya biasa aja.. nothing special. Jalan-jalan sebentar kami langsung kembali ke rumah kak iie. Waktu akan membayar parkir, saya kaget dengan harga parkir disana.. cuma 500 perak loh.. jaman sekarang mana ada coba yang parkir 500 perak? Luar biasa ..

waktu menuju jalan pulang,kita mampir dulu ke pasar kodam, niatnya sih mau beli baju buat mama. Tiba di pasar kodam belum pada siap dagang para pedagangnya karena masih beberes dagangannya, akhirnya kita putuskan pulang aja tanpa mampir-mampir lagi.

Jam 17 kurang 15 menit kita udah tiba di rumah kak iie, itu pun udah pake nyasar dan nyari-nyari jalan pula..

*************************************

21 April 2014

hari ini kita pulang ke jakarta dengan tiket kereta jam 14.00. Sekitar jam 12.00 kita udah pamitan ke kak iie sekeluarga untuk balik ke Jakarta.

Jam 14.00 kereta kita berangkat ke Jakarta dengan waktu tempuh 13 jam .. FUFFFH..

*************************************

22 april

Jam 03 pagi kami tiba di st. bekasi langsung cari taksi untuk menuju rumah karena angkot belum beroperasi.

*************************************

segitu aja cerita perjalanan ke surabaya pacitan.. lelah mau tidur dulu.. yodaaah..

wassalam…

*************************************

Foto2nya bisa dilihat di Surga Tersembunyi di Barat Daya Surabaya

SUMMARY

Tiket                                      : Rp. 100.000,- pp

Sewa Mobil                       : Rp. 350.000,-

Bensin                                  : Rp. 300.000,- pp

Goa Gong                           : Rp.   17.000,-    (Tiket 5.000, Jasa 10.000, Parkir 2.000)

Pantai Klayar                   : Rp.     4.000,-    (Kamar mandi 2.000, Parkir 2.000)

Penginapan (dorm)         : Rp. 100.000,- / orang / malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Its About My Travelling Journey, Culinary and Anything Silly in Between

%d bloggers like this: