SINGAPORE 1st (1N Trip)

Bismillahirrahmanirrohim

Assalamu’alaikum

Preparing

THIS TIME…..

31 Agustus 2014

Tibalah di hari yg kami tunggu2

Penerbangan kami jam 09.50, dari pagi saya sudah siap2. Saya berangkat jam 07.00 WIb dari rumah dengan menggunakan taksi. Jam 08.00….. Setibanya di bandara saya menunggu mba nisa karena kami memang janjian di bandara. Setengah jam saya nunggu mba nisa,

KRIIIINGGG (hp saya bunyi)

“Dedew dimana?”

“Di terminal 2 mba”

“Ini aku terminal 2, dedew dimananya?”

“Aku depan h****n” (gak boleh iklan.. hehehe)

“Oke..” tut tut tut

clingak clinguk… astagfirullah saya kan di bawah. Damri kan berhentinya di atas.. Langsung saya ke atas nyari mba nisa..

Akhirnya kita ketemu juga.. Perut lapar kita makan dlu di bandara dengan porsi 1 untuk berdua. Selesai makan kita langsung ke loket maskapai untuk menukarkan tiket dengan boarding past.

“Mba kayaknya gak boleh bawa minum deh ke cabin”. “Iya ya dew” … Kita habiskan air minumnya sebagian lagi kami buang. Setibanya di ruang tunggu, kami melihat ada orang yg bawa air minum. Kami berfikir tadi kenapa di buang ya.. Jujur kami gak bisa kurang minum. Kami kira tidak boleh masuk ke cabin ternyata boleh. Ah menyebalkan.

 

09.50wib – 12.40     CGK – SIG (jetstar airlines)

Ini flight kita yg pertama ke luar negeri, so maklum lah ya agak noraak. Di dalam pesawat kami sempat di ajak ngobrol dengan seorang wanita paruhbaya tentang manajemen keuangan. Saya dan mba nisa langsung kontak mata (sepertinya ibu ini sedang dan akan menawarkan jasa).. Sudah dengarkan saja. Tapi tiba2 teringat pesan abi bahwa jangan mau di ajak ngobrol dengan orang asing (langsung kami agak canggung).

Yeeeay tiba kita di negara yang terkenal dengan singanya ini. Hari saat itu sedang turun hujan namun tidak mengurungkan semangat kami. Eits jangan lupa merubah jam tangan biar gak keder. Singapore beda 1 jam dengan Indonesia bagian barat (WIB).

IMG_20140901_181429

12.40 – 14.30         mencari loket pembelian STP (Singapore Tourist Past)

Kami langsung mencari loket penjualan STP. Kami turun di terminal 1 kedatangan internasional. Langsung kami mencari loket penjualan STP. Kami tanya salah satu petugas loket (entah loket apa), kami di arahkan menuju terminal 3 dengan menggunakan sky train (fasilitas bandara)

Setibanya di terminal 3, kami clingak clinguk mencari loket itu. Aseli bandaranya gueeeedeee bangeet.. bahkan saking gedenya banyak spot kosong (bisa kali main futsal). Kami tanya kembali ke penjaga loket, namun kami di arahkan kembali ke terminal 2 (astagfirullah, woy kaki udah rontok nih, bahu juga). Kembali lah kami ke menuju terminal 2 dengan transportasi yg sama. Setibanya di terminal 2, kami kira akan dilempar lagi (keluar mungkin), alhamdulillah kami dapat informasi yang benar.

 

14.30 – 15.00         Antri & beli STP (antrian kebanyakan WNI)

Diantrian ini panjang sekali dan kebanyakan WNI loh. Gak jarang denger orang ngomong pake bahasa Indonesia. 30menit yang kami butuhkan untuk mendapatkan STP, namun sayang sekali STP plus yang kami rencanakan sudah habis terjual. It’s Oke beli yang biasa aja. Akhirnya datang juga kami di loket. Petugas loketnya ramah. Tenang aja petugas bandara changi bisa bahasa melayu kok. Jadi kalian ngomong apa mereka ngerti kecuali bahasa alay kayaknya mereka belum ngerti. hehehe.. Harga STP untuk 2hari sebesar 30 SGD dengan 10 SGD nya akan di refund saat kita kembalikan lagi. Alhamdulillah STP sudah ditangan, ini saat nya kita berpetualang di negara orang.

 

15.00 – 15.15         Changi – Bugis via MRT

Setelah mendapatkan STP kita langsung segera menuju bugis tempat hostel kita berada. Kita naik MRT menuju St. tanah merah lalu transit naik ke arah St. J00 Koon turun di St. Bugis. Waktu perjalanan tidak terlalu lama hanya 15 menit.

Train-System-Map-July-2014-2.jpg

IMG_20150525_170213
dari tanah merah menuju bugis

15.15 – 16.00         menuju hostel ABC Backpacker

Dari st. bugis kita jalan kaki menuju hostel. Hati – hati kalian salah pintu keluar. Jangan malas membaca papan petunjuk di area stasiun kalau tidak kalian akan jalan jauh kalau salah pintu keluar.

Owh pundak udah pegel sekali.. Rasanya mau dilepas aja nih ransel. Dalam perjalanan ke hostel kami nikmati dengan liat2 daerah sekitar. Ada restoran thai halal pula, ada nasi padang juga dan merpati disini terbang rendah di dekat kita. Jalanan sangat bersih sekali.

Alhamdulillah kita tiba di hostel. Dengan meninggalkan foto copy paspor dan bukti transfer serta uang jaminan 10SGD kita dikasih selimut + handuk. Kami mendapatkan kamar 4 women dorm (dorm wanita hanya 4 kasur). OMG kita kedapatan di kasur atas. Argh payah nih naiknya. Karena kita tidak mau lama2, so kami hanya menyimpan ransel di loker dan membawa barang2 yg diperlukan saja.

IMG_20140901_102307_1.jpg
ABC Backpacker (narsis dulu kali yee)

16.00 – 16.30         sholat dhuhur & ashar di mesjid sultan

Tanpa berlama2 kita pergi ke  mesjid sultan dan mencari makan di arab street dekat dengan mesjid itu. Mesjid ini megah sekali dalam nya dan bersih. Selesai solat kami menuju Zam-zam Cafe

 

16.30 – 17.30         makan di Zam-zam Cafe

Restoran ini kami dapatkan info dari berbagai blog traveller di mbah google. Selain porsi nya besar, disini juga terbilang masih terjangkau dengan kantor backpack seperti kita dan tentunya halal. Kami memesan nasi chicken briyan dan beef martabak dengan harga 1 porsi nasi chicken briyan sebesar 6,5 SGD dan 1 porsi beef martabak dengan harga 7 SGD serta 1 gelas teh susu dan total yang kami harus bayar sebesar 14 SGD. Eits jangan kalian pikir itu untuk satu orang melainkan semua kita makan untuk berdua alias share cost. Trik hemat para backpack seperti kami adalah sharing cost dengan memesan makanan dan minuman dalam jumlah satu porsi.

IMG_20140831_151931.jpg
Ini penampakan nasi briyani di zam-zam cafe

Tapi untung nya kami hanya memesan 1 porsi aja, karena nasi briyani ini pure santan dan kari. Rasanya lumayan lah untuk mengisi perut yang lagi kelaparan. Satu, dua suap masih enak tapi lama-lama kok malah eneg ya??? Teh susunya juga cukup untuk menghilangkan rasa eneg akibat santan kari tadi, martabak … yah enak saat lagi panas. Nah martabak ini bisa dibilang sayang kita beli, kenapa?? Ya karena tadi niatnya buat dijalan dan buat di hostel tapi yo kok malah kebuang karena udah gak enak lagi, masih mendingan martabak Indonesia deh masih enak dimakan besok pagi.. hehehe…

Jam tangan sudah menunjukan pukul 17.30, so kami langsung cus menyusuri Negara Singa ini.

 

17.30 – 17.45         menuju farer park (mustafa centre)

Yup tujuan pertama kami adalah Mustafa Centre, karena kami ingin belanja dulu. Untuk menuju Mustafa Centre, kami harus menuju ke St. Farrer Park dulu. Untuk menuju St. Farrer Park, dari St. Bugis kita naik MRT ke arah St. Joo Koon dan transit di St. Outram Park. Dari St. Outram Park kita naik MRT menuju St. Punggol dan turun di St. Farrer Park. Waktu perjalan yang kami butuhkan kurang lebih 20 menit.

 

17.45 – 19.00          mustafa centre (gak beli apa2)

#kami gak sempet foto-foto karena sakit ketakutannya

Tiba kita di St. Farrer Park dan tetap harus membaca penujuk arah agar tidak salah pintu keluar. Kami pun menuju Mustafa Centre, di tengah perjalanan kami dikejutkan dengan situasi disana. Kami tidak merasakan layaknya Singapur karena kondisinya semraut. Disini tampaknya mayoritas orang India dan jarang kita melihat orang kulit putih disini. Tiba – tiba terbesit pikiran kami, “Ini hari apa sih? Kok mayoritas disini cowok India? Wanitanya malah bisa dihitung jari”. Kondisi disini sangat crowded, Nyebrang jalan sembarangan dan berisik bunyi klakson kendaraan bahkan kami sempat melihat orang hampir tertabrak mobil.

Saat kami melintasi lapangan depan Mustafa Centre, kami sempat ketakutan. Handphone yang saya pegang biasanya saya gunakan untuk lihat peta MRT dan GPS, kali ini saya masukkan ke tas dan kami berdua saing berpegangan tangan karena kami merasa diperhatikan oleh banyak laki-laki India itu.

Dengan perasaan dag dig dug, akhirnya kami sampai di depan pintu masuk Mustafa Centre. Saya kira Mustafa Centre layaknya Mall yang kita bisa nyaman berbelanja, nyatanya tidak kalah semraut dengan diluar tadi. Didalam sangat sempit karena banyak pembeli yang berlalu lalang (layaknya supermarket di tanggal gajian) dan menjadi gang senggol. Ternyata lagi pada diskon di Mustafa Centre ini makanya banyak pembeli. Parfum aja harganya 7,5 – 5 SGD. Kami terus menyusuri tempat ini dan yang kami cari tidak ketemu. Apa sih yang kami cari?? Jelas apa lagi kalau bukan tas… hehehe…

Kami keluar dari tempat itu dan kami pindah blok. Mustafa Centre seperti Tanah Abang nampaknya. Tapi sayang beberapa pintu masuk banyak yang sudah ditutup, padahal waktu masih jam 19.00. Saat kami berniat mau tanya pintu masuknya, tiba-tiba kami mendengar pengunjung yang juga menanyakan hal yang sama, lalu kami ikuti petunjuk tersebut. Tapi apa yang terjadi??? Kami malah kesasar dan melewati bagian belakang mall ini. Hanya tong sampah besar berjejer disetiap toko dan ada beberapa laki-laki nongkrong di sekitar itu.

“Dew orang tadi bilang apa?” Mba nisa penasaran.

“Katanya lewat sini mba, tapi kok malah gini ya? Pintu”

“Nah itu diye dew. Salah denger kali kamu”

“Gak tau deh mba. Kali. Jalan aja terus mba, jangan nengok-nengok”

Kami terus berpegangan tangan dan saling melindungi.

Alamdulillah setelah jalan terus akhirnya kami bisa lihat St. Farrer Park, artinya kami nemu jalan keluar. Adzan berkumandang dan kami berniat mamir dulu ke mesjid terdekat namun rencana kami itu, kami urungkan karena mesjidnya penuh sekali dan memang agak kecil. Namun hal positif yang kami dapatkan disini, kami melihat mesjid tersebut penuh dengan orang-orang India yang tadinya terkesan menakutkan. Ternyata tampak luar tak selamanya sama dengan dalam. So sekarang kami tidak takut lagi kalau melihat orang India.. J.

Kita bernat menuju esplanade untuk lihat Singa yang terkenal itu.

 

19.00 – 19.15          menuju esplanade

Dari St. Farrer Park kita naik MRT menuju HarbourFront dan transit di St. Dhoby Ghaut. Dari St. Dhoby Ghaut, kami lanjutkan naik MRT menuju St. Dhoby Ghaut melalu Circle Line dan turun di St. Esplanade.

 

19.15 – 20.00          jalan kaki dari esplanade menuju helix bridge

Tiba di St. Esplanade, kami sempat kesasar mencari pintu keluar. Kami malah sempat hampir masuk ke Theater Esplanade, akhirnya kami kembali lagi ke jalan tadi berusaha mencari pintu keluar. Kami sempat berhenti sejenak mencari jalan menuju Marlion Park.

“Dew ke kiri apa ke kanan?”

“Bentar liat dulu peta.”

“Kiri kayaknya dew”

OMG kami salah Stasiun. Dari Esplanade menuju Marlion Park Sungguh jauh apabila di tempuh jalan kaki dan malam hari. Kondisi nya kurang penerangan dan sepi, yah maklum ini hari minggu dan pasti orang-orang sudah stay di rumahnya untuk beristirahat karena besok Senin. Saat kondisi ini muncul lah penyakit “Home Sick” kami, ingin pulang, tidak nyaman, dan mengerikan kesasar di negara orang walaupun tingkat kejahatannya kecil.

Cukup lama kami berjalan menuju Marlion Park. Alhamdulillah kami sampai juga Di Helix Bridge.

“Eh dew Singa nya mana ya?”

“Iya mba gak keliatan dari tadi”

“Tidur Kali yak? Hehehe”

“Dikira Safari malam mba? Hehe”

 

20.00 – 20.30         foto2 di sepanjang helix bridge sampai marina bay sands

Sudahlah kami lupakan Singa itu dan kami nikmati serta foto-foto Dari Helix Bridge sampai Marina Bay Sand. Masih ingat martabak yang kami beli di Zam-Zam tadi? Itu masih saya pegang bahkan sempat ketinggalan karena saya sudah tidak memperdulikan makanan lagi. Bagaimana tidak, yang ada di kepala bagaimana caranya merebahkan badan sebentar saja dan berendam kaki dengan air hangat. Sumpah pegel bangat dari atas sampi bawah.

Disini kami sempat asik sendiri mungkin karena pengaruh lelah dan “Home Sick” tadi kali yak? Yah bisa dibilang kayak orang ngambek-ngambekan. Tapi itu tidak lama karena saat kami di Helix Bridge kami saling ngobrol lagi dan berfoto bersama.

 

20.30 – 20.45         duduk manis & memikirkan jalan pulang di depan art science museum

Setelah puas berfoto kami istirahat sejenak di depan Art Science Museum Marina Bay Sand untuk sejenak memanjakan kaki dan mata.

“Nah itu dia dew Singa nya”

“Mana? Ya ampun iya mba. Kecil banget ya ternyata”

“Harusnya ada penerang disana ya biar keliatan”

“Singa itu ngerjain kita mba. BTW kita pulang mau dari mana mba? Kalau dari Esplanade atau Promenade, jujur aku udah gak kuat jalan mba”

“iya nih dew. Jam berapa sekarang?”

“jam 9 kurang mba”

“eh MRT terakhir jam berapa ya?”

Liat brosur panduan dan “Jam 9!!!!” serentak kita menjawab.

 

20.45 – 21.00         menuju bayfront

Segera kita putuskan pulang dari St. Bayfront dengan melewati Downtown Line. Menuju St. Ini sempat kebingungan juga.

“Dew feeling aku kayaknya bisa lewat dalam Marina Bay Sand deh”

“Masa sih mba? Jangan berspekulasi ah mba. Udah cape ini”

Akhirnya kita menyusuri pinggi marina Bay sand dan mengikuti petunjuk arah. Dan ternyata….

“Benerkan dew bisa lewat dalam”

“iya ya. Yah tadi kan gak tau. Lagi pula kayaknya pintu masuknya bukan yang tadi kita masukin deh mba”

“masa sih dew?”

“iya mba”

“ya sudah lah”

 

21.00 – 21.15         bayfront – bugis via mrt DTL

Tidak perlu waktu lama perjalanan kami ke St. Bugis karena hanya melawati satu stasiun aja. Tiba di Bugis, benar masuk sudah ditutup. Dan kami langsung keluar dan berjalan menuju mesjid Sultan dulu untuk Sholat Isya dan jamak Sholat magrib tapi dengan muka sedih ternyata mesjidnya udah tutup.

 

21.15 – 21.30         tiba di hostel, mandi & tidur

Tiba di hostel kami seperti maling. Bagaimana tidak, kami membuka pintu dan berjalan di kamar mengendap-ngendap karena kami takut mengganggu 2 pengisi kamar ini. Kami ambil baju ganti dan perlengkapan mandi dan segera mandi. Setelah rapih mandi, kami tunaikan sholat dulu dan segera tidur. Tapi ternyata kami gak bisa tidur karena entah siapa diantara 2 penghuni dibawah ini yang mendengkur dan membuat mata kami susah untuk merem.

Tengah malam kami berdua terbangun. Kalian tau apa yang terjadi?? 2 orang itu saling sahut-sahutan dengkurannya. Astagfirullah…..

 

01 Sep 2014 (Waktu Singapura)

05.30 – 06.00         mandi & sholat subuh (mba nisa)

Waktu di jam tangan saya yang sudah saya ubah ke waktu Singapura menunjukan pukul 05.30. Saya rasa, saya masih jetleg mengagap ini waktu Jakarta. Padahal jam 05.30 di Singapura, jam 04.30 di Jakarta.

Baiklah ini waktunya bangun solat subuh walaupun saya tidak mendapatkan kualitas tidur dengan baik karena 2 orang yang menempati kasur dibawah kami entah sadar atau tidak mereka mendengkur keras bahkan seolah-seolah saling bersahutan.

Pas saya terbangun mba nisa sudah siap mandi dan siap ke mesjid sultan untuk solat subuh. Karena saya sedang tidak solat, sementara menunggu mba nisa, saya pergi mandi saja sebelum kamar mandinya penuh.

Saya selesai mandi, mba nisa pun sudah kembali dari mesjid. Kami pun lansung merapihkan segala bawaan kami. Karena kasur kami di tingkat 2 dan loker dibawah, otomatis kami sering naik turun. Kedua rekan sekamar kami masih tertidur lelap di kasurnya masing-masing dengan suara dengkuran yang semakin keras. Sempat suatu ketika saya dan mba nisa ngobrol dengan cara bisik-bisik, tiba-tiba penghuni kasur yang di bawah saya marah-marah “please don’t make me up”. Dih marah-marah lagi, gak sadar apa semalam lo buat kita berdua gak bisa tidur gara-gara dengkuran lo! Tapi untunnya kata-kata saya tadi gak sempat keluar dari mulut. Dari pada kesel di dalam dorm lama-lama, beres-beresnya dipercepat dan segera keluar buat sarapan dan melanjutkan ngebolangnya.

 

07.30 – 08.30        sarapan

Yeah time for breakfast. Walaupun menu sarapannya bukan Indonesia banget, yah lumayan lah buat ganjel perut + irit pengeluaran. Hari itu menu sarapannya ada roti tawar dengan pilihan selai kacang dan mentega + gula serta minumannya ada teh dan kopi, silahkan buat sendiri. Bahkan kalo kalian mau cuci botol minum dan isi ulang botol minum pun bisa. Karena perut saya lagi lapar dan butuh tenaga extra buat jalan-jalan, saya buat 4 slice roti mentega + gula dan kita tidak lupa isi ulang botol minum sampe penuh.

Selesai sarapan dan rampok roti, kita duduk sebentar didepan hostel untuk membicarakan kemana kita hari ini karena jam 12 kita harus check out. Ketika kita duduk di depan tiba-tiba mata kami menuju ke sebuah halte bis di daerah bugis yang kebetulan ada bis berhenti. Sempat kami berfikir “apa kita naik bis aja ya?” tapi masalahnya kita kurang paham rutenya. Dan pada akhirnya diskusi selesai dan mendapatkan keputusan.

Hari ini kita menuju Marlion Park-Hostel (check out)-lunch-mesjid sultan-changi

Let’s go!!!!

 

09.00 – 09.15       bugis – rafless place

Menuju Marlion park, kita gak perlu ke st. Esplanade lagi (belajar dari pengalaman) tapi kita menuju ke st. Raffless place. Dari St. Bugis kami menuju st. Raffles place dengan menggunakan MRT. Perjalanannya tidak memakan waktu lama, hanya ±15 menit aja dan kita melewati 1 stasiun, st. City Hall. Tiba di st. Raffles place, tidak lupa kami membaca petunjuk pintu keluar, jangan sampai kita salah pintu keluar yang akibatnya kita jalan kaki jauh lagi seperti tadi malam. Untuk menuju Marlion Park, kita keluar di gate H. Untungnya kala itu, ada mba-mba yang nolongin kita pas liat kita lagi kebingungan nentuin gate nya.

Keluar dari stasiun Raffles place, kami disuguhkan pemandangan seperti sudirman thamrin jakarta

 

09.15 – 11.00       marlion park, foto2

Keluar dari stasiun, kita disuguhkan pemandangan seperti tamrin sudirman, gedung-gedung perkantoran. Hari ini hari senin, hari sibuk di pagi hari.  Tiba di marlion pak masih pagi, belum begitu ramai, namun pengunjungnya kebanyakan dari Indonesia. Terik matahari menyengat sekali, karena mungkin di pinggir sungai kali yeee?

Cekrek sana, cekrek sini.. jangan lupa bawa sunglasses ya, soalnya panas banget. Disini juga banyak cafe-cafe yang menyediakan makanan dan minuman, tapi untuk harga dan kehalalannya, kurang paham juga deh. Untuk yang mau naik singapore river cruise, bisa naik disini. Biayanya 25sgd kalau gak salah.

 

11.00 – 11.30       rafless place – bugis

Setelah puas cekrek sana, cekrek sini, kami kembali ke hostel untuk check out. Kita melalui jalan yang tadi lagi. Sampai di hostel kami check out, niat mau nitipin tas, namun karena takut gak akan keburu, gak jadi deh. Kami tetep gemblok tuh tas yang berat. Check out uang jaminan 10sgd pun kembali (lumayan)

 

11.30 – 17.00       cari makan & akhirnya makan di warung padang karna banyak yg tutup

Niat mau makan di kampong glam cafe, eh malah tutup. Beralihlah menuju I’m Cafe, eh malah gak ketemu sampai muterin jalan itu 2 kali tetep gak ketemu. Badan sudah mulai lemes karena belum makan nasi dan tas berat bet, akhirnya makan padang juga dah. Kita makan di warung makan Minang, dengan kocek 7,5sgd saya sudah dapet nasi + ikan kembung + teh tarik.

IMG_20140831_162257
Niatnya mau makan disini tapi sayangnya malah tutup
IMG_20150714_170356
Jadinya makan disini deh

Selesai makan kami menuju mesjid terdekat, mesjid sultan untuk solat dhuhur.  Selesai sholat kami belanja sebentar di dekat mesjid sultan lalu lanjut menuju bugis juction untuk belanjain sisa uang sgd, hahhaa..

 

17.00 – SELESAI       menuju changi (bugis-tanah merah) – Indonesia (CGK) – Home

Kami sudah harus kembali ke bandara karena penerbangan yang jam 20.00 dan harus check in jam 19.00. Dari st.bugis kami menuju tanah merah transit ke changi. Tiba di changi kami menuju loket pengembalian STP, lumayan loh refund 10sgd lalu lanjut ke terminal 1. Sebelum boading pass, kami harus mencari refund loket untuk refund tax belanjaan kita. Dari belanjaan kami ±1,2 juta rupiah, kami dapet refund ±100rb-an lebih lah (lupa-lupa ingat), lumayan lah ya?? untuk loket refund tax, disetiap terminal ada kok, jadi tenang aja..

Selesai mengurus refund, kami langsung boarding dan check in

Jam 20.00 waktu singapura kami take off menuju Indonesia tercinta. Tiba di Soeta sekitar jam 21.00 wib. Di soeta kami menuju pangkalan damri, disini kami berpisah karena tujuan rumah kita berbeda, mba nisa ke pasar minggu dan saya ke gambir.

SELESAI

Wassalam

SUMMARY

TICKET PP : 1 juta

STP : 26sgd – refund 10sgd

HOSTEL : 24 SGD – Jaminan 10sgd (Check out refund)

Makan : ± 15sgd

Belanja : Sisanya

 

Its About My Travelling Journey, Culinary and Anything Silly in Between

%d bloggers like this: