MALANG — BATU

Assalamualaikum semua….

Sudah lama ya tidak berceloteh di sini. Sekarang saya mau cerita perjalanan ke Malang, Batu dan Surabaya. Setelah sekian lama tidak backpacker-an, trip kali ini antusias sekali (akhirnya bisa jalan-jalan lagi). Saya trip bareng Bebep yang selalu menemani. Yuk langsung saja saya bawa kalian berpetualang. Let’s go!!!!

17 Agustus 2016

Saya berangkat hari rabu malam, kereta jam 18.30 dari Pasar Senen dengan kereta Majapahit dengan harga 275.00. Perjalanan kali ini menempuh waktu 15jam dengan perkiraan tiba jam 09.55 keesokan harinya.

Tiket model terbaru. Kalau sudah kepalang print tiket lama, tinggal di scan barcodenya di penukaran tiket untuk print tiket dengan tampilan terbaru

Saya berangkat dari Bekasi jam setengah 4 dari Stasiun Cakung. Lalu transit di Jatinegara ke arah Stasiun Senen. Memang rejeki anak sholehah, tiba di Jatinegara, kereta ke Senen sudah tersedia. Tiba di St. Senen, saya menuju ke penukaran tiket di St. Senen untuk kereta jarak jauh. Letak penukaran/print tiket di ujung stasiun (dekat Dunkin Donat)

Tempat Penukaran Tiket Mandiri
Tempat Boarding Pass

Setelah penukaran tiket, saya menunggu di ruang tunggu stasiun yang letaknya di sebalah pintu masuk. Tenang saja ruang tunggunya ber-AC tetapi kursinya sedikit. Karena kursinya penuh, saya ngampar saja di lantai sambil makan bengbeng. Tidak menunggu waktu lama, jam 17.00, kereta Majapahit sudah diumumkan. Saya menuju boarding pass untuk masuk. Ada dua kali pengecekan yaitu pengecekan tiket dan identitas sebelum masum jalur antrian, kemudian pemeriksaan KTP lagi dan scan barcode oleh petugas. Petugas memberitahu bahwa kereta Majapahit pada jalur tiga.

Lucunya saya melihat tiket Eko 3 /5B,  saya kira gerbong lima..  Hahaha.. Saya sudah protes saja sama penumpang lain ternyata saya yang salah.  Hahaha… Saya pindah lagi ke gerbong 3 yang sebenarnya gerbongnya lebih enak dan terang, penumpang di depan saya pun asik diajak bicara dan paling penting, tidak berisik serta tidak bau kaki..  😝

Kereta berangkat tepat jam 18.30 WIB. Selama perjalanan saya tidak bisa tidur, entahlah. Saya pakai dengan baca buku dan mendengarkan musik. Baru bisa tidur ketika sudah sampai semarang sekitar jam 2an dan itupun tidur ayam.

 

18 Agustus 2016

Tiba di Stasiun Malang tanggal 18 Agustus 2016 jam 10.15 (ngaret memang). Jujur, ketika turun, dengkul sakit banget dan kaki keram, badan pegel banget duduk selama 15jam.

DSC_1928.JPG

Keluar stasiun, kami menemui penyewaan motor yang sudah dihubungi sebelumnya. Harga sewa motor 75.000/hari, saya menyewa 2hari jadi total 150.000. Kami bertemu dengan tukang sewanya di depan patung singa yang ada di seberang stasiun. Setelah chit-chat peraturannya, kami langsung memulai petualangan, seperti biasa  guide kami adalah google map. Tidak usah khawatir karena masih daerah perkotaan, tidak akan di kasih jalan tikus. Kami langsung terjun ke daerah Batu karena penginapan kami di hari ini di Yogi Homestay yang saya booking sebelumnya lewat traveloka. Perjalanan ke Batu menempuh sekitar 1jam. Kami sempat mampir dulu makan mie ayam dan ke pom bensin.

Selama perjalanan, saya sangat menikmati udara kota Malang-Batu yang gak begitu panas. Semilir angin sejuknya buat saya jatuh hati dengan kota ini. Yang buat saya terkesima juga, melewati beberapa kampus, jadi kepingin kuliah lagi. Penginapan yang kami booking ini agak susah memang karena masuk pemukiman dan letaknya jauh dari jalan raya. Katanya, pemilik Yogi Homestay ini adalah pak lurah setempat (hubungannya apa ya?)

Kami tiba, masih sepi dan pagarnya masih terkunci. Untung, ada ibu-ibu di dalam penginapan itu (sepertinya yang mengurus penginapan). Oh ya penginapan ini letaknya di belakang rumah utama jadi aman deh. Saya book di traveloka dengan harga 273.000 padahal menurut ibu itu kalau langsung bisa 250.000 bahkan kalau sudah pernah menginap di sana bisa dapet 200.000. Et dah traveloka ambil untung banyak juga ya, cukup tahu aja. Ketika masuk, masih sepi dan kami boleh memilih kamar mana yang mau ditempati. Duh enak banget. Kami memilih kamar pertama karena saat buka pintu suasananya sudah buat say jatuh hati lagi, homie banget, seperti kamar sendiri, kamar mandinya bersih pula, ada air panasnya juga sebab air di sana dingin banget. Dikasih alat pemanas air minum juga buat seduh kopi dan pop mie. Fasilitanya juga dikasih popmie, teh seduh dan kopi susu yang diseduh sendiri, ada kipas angin dan tivinya juga pula, asik deh pokoknya.

Review -nya, penginapan bersih, nyaman, homie, ramah pula, kalau ke Batu lagi, saya pasti mau menginap di sini lagi.


Kami tiba di penginapan jam 12 siang. Kami gunakan untuk meluruskan tulang dulu di kasur empuk, sembari nonton tivi dan main hape. Setelah sudah merasa segar, kami mandi biar tambah segar sebab dari pagi belum mandi,bau.

Usai mandi, rencana kami akan pergi ke museum angkut yang tidak jauh dari penginapan. Sekitar 15-20menit saja. Sebelum sampai di Museum Angkut, kami mampir makan dulu di warung makan selewatnya saja. Tak ada yang spesial dari makan siang kami kali ini. Usai makan, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Angkut. Jam 12.30 kami tiba di Museum Angkut. Kami membeli tiket seharga 80.000/orang. Tiketnya ada tiket terusan untuk masuk ke Museum Topeng. Sayangnya tiket terusannya hilang saat kami sibuk berfoto ria sepanjang Museum.

DSC_2214.JPG
Tiket masuk digelangkan di tangan

 

 

 

Saat masuk, kami disambut dengan mobil dan motor klasik. Entah dari mana pemilik Museum ini mengumpulkan semuanya. Bahkan ada yang paling klasik. Agak ke belakang, ada sepeda. Dari sepeda hanya satu roda hingga sepeda ontel dari jaman ke jaman. Ke dalam ada gerobak. Di sini macam-macam gerobak yang digunakan dari puluhan tahun yang lalu, mungkin ratusan tahun yang lalu. Dari gerobak kecil hingga gerobak yang menggunakan binatang sapi atau kerbau sebagai penariknya, yang kita kenal dengan sebutan delman atau bendi. Ada pula macam-macam perahu dari perahu kecil hingga kapal besar.

DSC_1940
Mobil Klasik
DSC_1950_wm
Sepeda Ontel
DSC_1941
Kereta Kerajaan
DSC_1969_wm
Gerobak pengangkut
DSC_1970_wm
Gerobak pengangkut
DSC_1972_wm
Gerobak pengangkut
DSC_1973_wm
Gerobak pengangkut
DSC_1974_wm
Becak
DSC_1977
Bentor (Becak motor)
DSC_1978_wm
Ini apa ya namanya?
DSC_1980
Nah ini juga klasik banget ya
DSC_1982_wm
Gerobak ini ditarik seperti mainan
DSC_1986_wm
Nah ini Kapal
DSC_1991_wm
Sepeda jaman kapan nih?
DSC_1993
Nahloh unik kan?
DSC_1995
Kayak Sepeda sirkus ya?

Jalan ke dalam lagi, kami di sambut dengan jenis mata uang dari berbagai negara yang tersusun rapih di tembok berwarna merah. Kami jalan lagi ke dalam, terdapat mobil truk dari jaman ke jaman bahkan beserta background-nya seperti stasiun Kota hingga warung-warung jaman dulu.

DSC_1997
Jenis Uang atau alat pembayaran
DSC_2020
Nah ini tiruan stasiun kota
DSC_2008_wm
Jadul banget ya?
DSC_2009
Apalagi ini
DSC_2010_wm
Jaman kapan ini?
DSC_2014
Narsis dulu
Kami jalan lagi ke dalam dan bertemu dengan kawasan Amerika. Kami masuk ke dalam Broadway loh, ketemu Mr. Caplin, Gengster sampai ke Bank dan ke dalam penjaranya.
DSC_2081
Ayo ada premannya Amerika
DSC_2086
Di depan Braodway nih. hehehe
DSC_2088_wm
Hai Mr. Caplin
DSC_2089
Madam, saya mau ambil uang
DSC_2092
Di dalam Broadway

 

DSC_2094
Lagi di Amerika nih
DSC_2096_wm
Broadway Musical
DSC_2066
Penjara
IMG-20160818-WA0041.jpg
Tolong keluarkan saya, Pak Police!!!
DSC_2069
Pom bensinnya begini
DSC_2073
Ini beneran di Amerika loh
DSC_2076
Mau potong rambut, Bang?
DSC_2077
Nabung dulu yuk!
Usai menjelajah kawasan Amerika, kami jalan terus mengikuti jalur penunjuk hingga tiba di kawasan Eropa. Dari Jerman, Belanda dan negara Eropa lainnya.
IMG-20160818-WA0046.jpg
Ke mana kita?
IMG-20160818-WA0043
Lepas penat di kafe Itali
IMG-20160818-WA0047
Lagi di Belanda nih
IMG-20160818-WA0051
Masih di Belanda
IMG-20160818-WA0055
Ups narsis
IMG-20160818-WA0059
Hai Om The Beatless
IMG-20160818-WA0060
Halo! Pesan Es cendol ya, Bang!
IMG-20160818-WA0061
Hai, Mr. Bean !!
IMG-20160818-WA0062
Bangunannya unik
DSC_2125
Kayak di mana saja ya
DSC_2126
Tenang ini bangku kok
DSC_2127
Siapa yang mau gulali?
DSC_2139_wm
Tebak bendera mana itu?
DSC_2140
Jangan manjat dong, Bang!
DSC_2142
Sepedanya cantik ya, seperti di Prancis
DSC_2146
Buah segar
DSC_2157
Istana Inggris nih
DSC_2114
Roti! Roti!
DSC_2115
Menara Eiffelnya tidak bisa dilewati
Setelah lelah berkeliling, kami mencari mushola yang terletak dekat Museum Topeng. Seharusnya lanjut ke Museum Topeng tapi ya sudahlah belum rejeki. Kami fotokan saja biar kalian tahu.
DSC_2164_wm
Museum Topeng dari luar
DSC_2165_wm
Tempat makan di depan Museum Topeng
Usai sholat Ashar, kami keluar dari Museum dan lanjut ke Alun-Alun Batu, waktu menunjukkan jam 17.00 WIB. Perjalanan dari Museum ke Alun-Alun sekitar 45 menit sampai satu jam tergantung kecepatan bawa motornya. Udara sudah mulai dingin. Diwajibkan pakai jaket tebal kalau tidak masuk angin nanti dan jangan pakai celana pendek.
Kami sempatkan mampir dulu ke rumah teman sesama pecinta literasi. Tidak lama, dari sana solat magrib dulu dan melanjutkan ke Alun-alun.
Sesampainya di Alun-alun, kami mencicipi bakso malang dan pentol langsung di daerahnya.
IMG-20160818-WA0025.jpg
IMG-20160819-WA0011.jpg
Pentol (seperti cireng dililit)
Di sini bukan bakso malang namanya, melainkan hanya bakso saja.
Di alun-alun dihiasi lampu warna warni, ada yang berbentuk pohon, kelinci, dll. Selain itu, ada Bianglala besar yang bisa kamu naiki.
IMG-20160819-WA0013
Tiket naik Bianglala

IMG-20160819-WA0015

IMG-20160819-WA0017
Dalam Mesjid Agung An-Nur
IMG-20160819-WA0021
Kota Batu dari Bianglala
IMG-20160819-WA0022
Di depan alun-alun
DSC_2193_wm
Lampu-lampu di alun-alun
DSC_2194_wm
cantik ya?
DSC_2204
Mesjid di kota batu
DSC_2207_wm
Bianglala
DSC_2192_wm
Ikon Malang

 

Hari ini sudah sampai sini. Kami kembali ke penginapan lalu mandi dan istirahat.
18 Agustus 2016
Pagi-pagi jam 06.00, saya sudah siap-siap. Semua barang dirapihkan kembali ke dalam tas. Niatnya hari ini kami kembali ke Kota Malang agar besok tidak buru-buru ketika ke Surabaya. Kami belum tahu mau naik kereta atau bus ke Surabaya.
Jam 07.00 kami sudah siap pergi. Tidak, kami belum pulang ke Kota Malang. Kami masih di Kota Batu. Pagi ini kami akan pergi ke Omah Kayu. Perjalanan ke Omah Kayu memerlukan waktu sekitar 1jam. Ke Omah Kayu, kami tidak membawa barang. Barang kami tinggal dulu di penginapan, lumayan check out jam 12 siang.
Perjalanan ke Omah Kayu, kami disuguhi pemandangan yang cantik. Jalan raya hanya dua jalur dan berkelak-kelok. Kami mampir makan dulu di warung pinggir jalan. Kami makan mie goreng.
DSC_2226.JPG
Tempat makan sebelum ke Omah Kayu
DSC_2215_wm.jpg
DSC_2220_wm
Pemandangan perjalanan ke Omah Kayu

DSC_2222_wm

Kami sempat nyasar mencari pintu masuknya. Waktu itu ada peserta lomba sepeda gunung jadi kami terjebak di antara mereka.
DSC_2241.JPG
Rombongan peserta lomba
DSC_2251
lomba Sepeda gunung

DSC_2245

Sesampainya di Omah Kayu sekitar jam 08.00, kami melewati dua pintu. Pintu pertama dijaga satpam dan ambil tiket masuk 5.000, lalu untuk parkir naik lagi ke atas. Waktu itu tengah ada pekerjaan jadi jalannya penuh tanah. Sesampainya di parkiran, sudah mulai ramai. Kami ambil tiket parkir lagi 5.000. Dari parkiran kami masih jalan lagi ke dalam. Untuk ke Omah Kayunya, kami bayar lagi 5.000. Jadi total 15.000 untuk masuk wisata Gunung Banyak dan Omah Kayu.

DSC_2241_1472027212612.JPG
Tiket masuk + parkir Wisata Omah Kayu
DSC_2254
Perjalanan ke pintu masuk Omah Kayu
DSC_2255_wm
Pemandangan mendekati Omah Kayu
DSC_2256_wm
Hammok ini disewakan
Untuk foto di Omah Kayu, harus gantian dengan pengunjung yang lain dan ekstra hati-hati, takutya pijakkan kamu tidak kuat. Meskipun Omah kayunya banyak tapi yang bisa digunakan hanya beberapa. Dan, diusahakan jangan memaksakan kehendak ketika penuh di Omahnya takutnya tidak sanggup menampung beban dan ambruk. Sabar sebentar lebih baik sambil menikmati keindahan pemandangan Kota Batu atau cari Omah yang lain, yang lebih sepi.
Hari mulai terik, waktu sudah menunjukkan jam 10.30 sedangkan hari ini hari jumat. Kami harus segera keluar dari sini dan mencari mesjid untuk Bebeb solat jumat sebab di sini lebih cepat setengah jam dari Jakarta.
Ketika hampir mendekati penginapan, kami menemukan mesjid besar dan memutuskan untuk berhenti di sana. Saya menunggu di depan mesjid, kebetulan saya lagi halangan.
Jam 12.30 usai solat Jumat, kami lanjutkan ke penginapan untuk check out dan kembali ke Kota Malang. Jam 13.00 kami baru check out lantas melanjutkan perjalanan ke Kota Malang sekitar 1 jam.
Diperjalanan, kami mampir dulu ke toko oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta.
DSC_2213_1471603690627
Berbagai macam oleh-oleh Malang
DSC_2215_1471603691427
Es krim sirsak
DSC_2244
Struk belanja oleh-oleh
Jam 14.00 kami baru tiba di Kota Malang dan langsung mencari penginapan yang sudah kami booking dari traveloka sebelumnya seharga 195.000/malam.
DSC_2240_1472027217088.JPG
 Sayangnya kami dapat kasur yang single. Kamar ini tanpa AC, hanya pakai kipas angin. Ada TV. Untuk toiletnya, bersih. Dapat minum botol, handuk dan selimut. Lumayan buat menginap semalam.
Kami istirahat sebentar lalu keluar lagi ke Alun-Alun Malang, magrib di Mesjid Agung Malang, makan malam dan makan es krim di Toko Oen.
Alun-Alun Malang
DSC_2227_1471603691563.JPG
Mesjid Agung Malang di depan Alun-Alun Malang
Toko Oen
Ikan Bakar 502
19 Agustus 2016
Hari terakhir di Malang. Rasanya tidak mau beranjak dari kota ini. Tempat sejuk yang akan dirindukan banyak orang. Budayanya yang kental akan diingat oleh pendatang.
Jam tujuh kami diantar sarapan dari penginapan. Kami sarapan dengan omlet dan teh panas / kopi panas. Omletnya bisa manis atau tawar dan jam sarapan jam 07 pagi.
IMG-20160820-WA0000.jpg
Usai sarapan, kami pergi ke stasiun untuk mencari kereta ke Surabaya. Kami memutuskan naik kereta ke Surabaya sebab penginapannya dekat stasiun dan lebih nyaman. Usai check out, kami ke stasiun Malang untuk mengembalikan motor lantas berangkat ke Surabaya. Di Surabaya kami hanya menginap semalam di rumah Kak Iie, keesokannya kami pulang dari Stasiun Pasar Turi ke Senen.
Pecinta teh, wajib cobain teh khas Malang yang wangi.
_20160820_091243.JPG
Sekian cerita pertualangan kami selama di Malang. Semoga informasi yang saya kasih, bisa membantu teman-teman semua yang ingin ke Malang. Sudah lelah.
Wassalam..

Its About My Travelling Journey, Culinary and Anything Silly in Between

%d blogger menyukai ini: