GUNUNG KIDUL – YOGYAKARTA

Bismillahirrohmanirrohim..

Assalamu’alaikum kawan semua !!

Nah kali ini saya bakal cerita perjalanan saya yang paling nekat tapi sorry nih baru ceritain sekarang,  soalnya belum sempet.  Ini cerita waktu di bulan Mei 2014.

Kali ini saya dan abi traveling ke gunung kidul,  salah satu kabupaten dan surga tersembunyi yang ada di sebelah selatan yogyakarta. Perjalanan saya ini selama 3 hari 2 malam. Semua persiapan serba dadakan,  hanya bermodal tiket pp aja. Sebenarnya kami sudah mencari-cari penyewaan motor yang biasa kami pakai di trip sebelumnya,  namun sudah full book semua..Yah sudah nothing to lose aja. Disana mau naik apa dan nginap dimana  semua gimana disana aja. Nekat juga ya? Iyalah, di daerah orang yang jauh dari perkotaan, kita bermain dengan probabilitas  alias kemungkinan atau bahasa gaul alias keberuntungan. Mukadimahnya udah cukup ya. Kita langsung cerita aja. Selamat membaca…..

 

Kamis malam, 15 mei 2014

Jam 22.00 waktu Jakarta kita berangkat dari stasiun pasar Senen. Cukup ramai dan penuh kereta malam ini. Bagaimana tidak ini malam weekend dan kereta ekonomi AC ke arah yogya selalu penuh setiap minggu nya, mayoritas rombongan anak muda yang akan liburan di daerah yogya dan sekitarnya.

Malam ini kami tidak terlalu banyak aktivitas yang bisa di ceritakan karena kita gunakan untuk istirahat.

 

1st Day (16 mei 2014)

Kereta tiba di stasiun lempuyangan jam 07.00 waktu jam tangan saya alias WIB. Dengan pemikiran yang gambling kami keluar stasiun dan menyusuri depan stasiun dengan harapan ada penyewaan motor dan masih tersedia. Sedikit merilekskan pikiran dan hati,  kami isi dulu perut di warung depan stasiun yang menu nya kurang pas aja di lidah karena manis semua, tapi dalam keadaan lapar santap saja tanpa komentar. Setelah sarapan kami menuju tempat penitipan motor, berharap disana menyediakan atau hanya sekedar memberi info tempat penyewaan motor. Benar dugaan kami, setelah menceritakan maksud ke bapak yang di penitipan itu, beliau langsung menelepon kawannya yang menyediakan penyewaan motor. Ada sekitar 2 jam kami menunggu disana dari jam 7-9 dan akhirnya motor kami pun tiba yang siap menemani kami berpetualang kali ini. Kalian tau tempat penyewaan ini ternyata penyewaan yang kami telepon sebelumnya dan ia bilang full book, tapi ya sudahlah yang penting udah dapet motornya.

Berangkat!!!!!!

Seperti biasa kami mengandalkan GPS yang terkadang menipu kami dan memberikan jalan yang menyulitkan walaupun sebenarnya benar.

Saat tiba di perbatasan kabupaten gunung kidul, GPS mengarahkan kami lewat hutan yang hanya punya jalan satu tapak saja, mana dihutan sedikit cahaya matahari, tidak ada masyarakat setempat yang lewat, bahkan penunjuk arah. Saat kami tiba di tengah hutan dan saya kira,  kita sudah berada di dalam gunung karena GPS yang membuat kita tersesat tiba2 hilang sinyal.

Aaaaaaaaaa help!!!!!!!!

Rasa ketakutan itu tiba-tiba  muncul dan macam macam pikiran buruk melintas di kepala. Untungnya abi menenangkan saya untuk tidak panik. Gimana gak panik, kalo kita tersesat beneran gimana? Abi dengan tenang tetap mengendarai motornya lurus sampai kita ketemu 2 cabang jalan, lurus atau belok kiri???. Mau tanya siapa? GPS sudah tidak bisa diandalkan karena sudah tewas. Nah disituasi ini kami ribut dan saling menyalahkan walau pada akhirnya abi yang ngalah..  hehehe…

Alhamdulillah…  kami ketemu dengan 2 orang masyarakat sekitar. Kami tanyakan kemana arah gunung kidul dan mereka jawab “Ini gunung kidul Mba. Mba berada di dalam gunung ya nama gunungnya, gunung kidul”. Oh my God…  lalu mereka bilang “Mba mau ke parang tritis ? Kalau ke parangtritis Mba ambil kiri”. “hah??? parangtritis??”

Bentar sepertinya saya bawa itin yang saya buat semalam. “Mba kami mau ke pantai sepanjang, kearah mana ya?” lalu mereka jawab “Wah kami gak tau Mba. Mba gunung kidulnya desa apa?” “Waduh saya kurang tau mba.  Kami mau menuju pantai sepanjang atau pantai sekitarnya, kan terkenal tuh Mba” mereka tampak kebingungan dengan jawaban kami. Lah orang setempat aja bingung apalagi kita pendatang… #garuk2kepala#

“Atau jalan keluar dari hutan ini aja kemana ya mba? ” tanya kami saking putus asanya.  “Oh ya Mba ikut kami aja, kebetulan kami mau keluar” “Baik Mba, terima kasih”…

Kami mengikuti motor mereka dan dipertengahan perjalanan kami lihat sebuah mobil masuk ke hutan ini juga.. ” Hmmmm…  tampaknya mobil itu juga ketipu GPS…  hahaha ” kami hanya bisa tertawa melihat nasib mobil itu karena menimpa kita juga.. hehehe..  piss…

Kami tiba di pertigaan jalan alias ujung jalan hutan ini. Mba setempat itu menyuruh kami belok kanan kalau mau ke parangtritis, yah kami ikuti saja sambil mengucapkan terima kasih ke mereka, mereka belok kiri dan berlalu begitu saja..

Benar juga tak lama kami belok kiri, terlihat hamparan pantai dan terdengar bunyi deburan ombak. Disekitar sini banyak sekali penginapan murah yang hanya 60.000/12 jam. Bahkan kami menemukan penginapan yang sebelumnya kami lihat di internet. Memang benar ini gunung kidul , lebih tepatnya desa girijati kabupaten gunung kidul.

Hari sudah siang, jam menunjukan pukul 11 siang dan panas nya terik sekali. Kami putuskan untuk menginap semalam dulu disini sambil memikirkan bagaimana kita selanjutnya.  Kami dapat penginapan murah di desa girijati dan posisi kamar kami menghadap pantai parangtritis. Suara deburan ombak cukup menenangkan hati dan pikiran karena kecewa belum sampe tujuan yang sebenarnya.

penginapan kami dekat pantai parang tritis

Hari ini adalah hari jumat.  Waktu jumatan sudah tiba. Abi siap2 untuk jumatan. Sepulang abi jumatan,  dapat cerita menarik bahwa mesjid nya jauuuuh sekali dan jemaahnya sedikit. Lah pada gak jumatan atau jumlah laki laki muslim disini sedikit?? entahlah biarkan saja..

Jam sudah menunjukan pukul 01.30 dan diluar sudah tidak begitu terik. Kami berencana ke parangtritis dulu karena abi Katanya belum pernah kesana. Perjalanan dari penginapan ke pantai parangtritis hanya menempuh waktu 30menit saja dengan jalan berkelak – kelok naik turun. Jam 02.00 kami tiba di pantai parangtritis dengan tiket seharga 2.000/orang serta parkir 2.000. Setelah beli tiket, langsung kita mencari makanan yang enak. Kita makan di salah satu warung makan di sini. Tidak ada menu spesial hanya nasi dan ayam goreng namun yang bikin saya merasa puas makan disini adalah sambelnya yang sangat sangat enak , kalau di kasih nilai , saya kasih nilai 9.. Kami makan dengan total 37.000 berdua.

IMG_20140516_131129
Makan siang kami di pantai parang tritis

Ada sejam kita habiskan bermain di pantai ini. Berfoto-foto ria bareng abi. Disini tidak begitu ramai,  mungkin karena hari jumat kali ya? Setelah kita puas main-main disini, jam 3 sore kami melanjutkan perjalanan ke pantai depok, karena kami penasaran juga seperti apa pantai depok.

view pantai parang tritis

Perjalanan menuju pantai depok dengan kecepatan santai dan sambil menikmati keindahan alam yang mirip afrika. Disepanjang perjalanan kami disuguhi padang safana. Kami berniat akan mampir kesini saat perjalanan pulang nanti. Tiba di pantai depok, sebelum masuk kita lihat tampaknya ini pantai bukan pantai wisata tapi pantai nelayan, karena dari luar sudah tercium bau ikan dan banyak kapal nelayan. Karena kurang menarik hati, kita putuskan untuk kembali pulang sebelumnya kami mau mampir ke safana tadi.

Safana di Indonesia 

Tiba di safana, kami berfoto-foto biar keliatan abis dari afrika. hahaha…  Kalian tau? safana ini pernah dipakai untuk syuting video klip (salah satunya orang ketiga – hivi) dan beberapa film. Hari sudah mulai sore dan jam tangan udah menunjukan pukul 16.00, kami segera pulang ke penginapan.  30 menit diperjalanan pulang, tiba di penginapan jam 16.30 dan kita langsung bersih-bersih dan sholat ashar.

Hari semakin sore dan matahari perlahan mulai turun. Kami menikmati saat itu sambil ketawa ketiwi serta cerita-cerita dari beranda kamar di tempat kami menginap. Tak terasa hari mulai gelap dan waktu sudah jam 06.00 sore. Kayaknya sudah masuk waktu magrib, karena disini tidak terdengar suara adzan  jadi kita liat matahari terbenam saja untuk memastikan sudah masuk waktu magrib.

Setelah kami menunaikan kewajiban sebagai umat muslim, jam 18.45 kami keluar untuk cari makan malam. Kali ini kami hanya menemukan rumah makan padang dan pedagangnya bukan orang padang, mana rasanya gak jelas, sudahlah makan saja. Kami habiskan uang sebesar 27.000 berdua untuk makan malam ini. Setelah itu kami pulang untuk istirahat dan memikirkan bagaimana perjalanan besok. Good Night….

sore-sore di balkon depan kamar sambil menikmati pelangi (maklum habis hujan malamnya)

 

2nd days (17 mei 2014)

Yeah hari ini kita akan pergi ke tujuan kita yang sebenarnya.

08.15 kami mulai start setelah Check out penginapan. Pagi ini cukup dingin padahal matahari udah nongol. Perjalanan pertama kita menuju pantai baron yang letaknya cukup jauh dari sini sekitar 1-2jam.  Jam 09.00 kami berhenti dulu di warung indomie yang ada dipinggir jalan. 15 menit berlalu lalu kami lanjutkan perjalanannya.

Pantai Baron

Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan. Setelah menempuh ±45 menit, kami tiba di pantai Baron. Pantai Baron ini bisa di bilang pantainya para nelayan. Banyak perahu-perahu nelayan yang terparkir disini bhkan saya melihat segunduk jaring isinya anak kepiting (ehm kalau digoreng enak nih). Disini kami tidak begitu lama karena sangat ramai sekali. Kami melanjutkan ke pantai kukup dengan tempuh yang gak jauh.

Pantai Kukup

Pantai kukup menurut saya bagus dengan ombak yang besar, namun ramai sekali. Di pantai ini ada 1 pulau kecil yang dihubungkan dengan jembatan dan ada bukit untuk menuju kesana menaiki tangga. Yang ingin foto pantai ini dari ketinggian, cocok untuk foto-foto di atas bukit yang ada di pantai ini. Dari sini kami lanjut ke pantai sepanjang.

Pantai Sepanjang yang sepi

Dari kedua pantai sebelumnya, pantai ini yang paling saya suka. Masih bersih, banyak cangkang kerang warna warni, pasir putih, tidak begitu ramai, banyak pepohonan untuk berteduh bahkan sampai abi ketiduran di bawah pohon. Berada di pantai ini, serasa pantai pribadi. Cukup lama kami berlama-lama disini menikmati sebagaimana suasana pantai sambil minum kelapa muda, sedapnye.

Setelah itu, kami lanjut ke pantai drini, namun kami gak masuk karena lihat dari luar sudah tidak menarik banyak perahu nelayan. Ehmmmm saya rasa juga bau dan kotor pantainya, kurang cocok untuk saya yang ingin menikmati alam pantai. Lalu kami lanjut ke pantai krakal.

Pantai Krakal

Ketika saya membuat itin ke gunung kidul, pantai krakal merupakan pantai yang jadi primadonanya gunung kidul, tapi ketika saya tiba di pantai ini, gak semenarik orang-orang bicarakan dan bagi saya masih bagusan pantai sepanjang. Mungkin karena pantai ini sudah jadi pantai sejuta umat kali ye, sesekali saya ketemu sampah dari makanan pengunjung (sangat disayangkan). Gak begitu lama kami disini, setelah puas kami pulang ke kota yogyakarta.

Jam 12.15 kami sudah meninggalkan pantai gunung kidul. Kami mengikuti jalan yang ramai dan papan penunjuk arah. Tiba di gerbang selamat datang, saya baru sadar, bahwa kami di bawa nyasar sama google map. “Jalur yang benar itu yang ini” kata abi.

Di perjalanan kami mampir solat di sebuah mesjid untuk solat dhuhur dan lanjut cari tempat makan untuk makan siang.

Jam 13.30 kami melanjutkan perjalanan. Butuh waktu 1,5 jam akhirnya kami tiba di kota yogyakarta. Kami mencari hotel tempat biasa kami menginap di trip sebelumnya, sayangnya sudah penuh, iya lah ini kan hari sabtu. Rencana kembali ke kota yogyakarta sebenarnya mendadak, diluar dari itin. Muter-muter… setelah habis 30 menit, kami dapet hotel dekat malioboro dengan harga 350rb/malam.

Tiba di kamar, kami habiskan istirahat dulu. Kami rencana keluar setelah magrib, biar tenang gitu. Mandi dulu aja biar segeran.

Lepas magrib kita keluar jalan-jalan di malioboro dan sekitarnya. Saya mengincar raja ayam pedas yang ada di daerah malioboro yang gambarnya bikin saya penasaran. Masuklah kami ke rumah makan itu. Saya memesan ayam rica-rica + sambel ijo + es teh manis + kerupuk dan abi ayam bakar kecap + sambel tomat + es teh manis + kerupuk, totalnya saya lupa hihihihi. Yang jelas yerjangkau kok buat traveller ngirit kayak kita. Selesai makan, kami jalan-jalan keliling malioboro lalu Lanjut pulang ke hotel.

Raja Ayam Pedas (Ayam Rica2 + sambel ijo #menurut saya gak pedas :p)

 

3nd days (18 mei 2014)

Jam 09.00 kami sudah rapih dan siap berpetualang sebentar sebelum pulang ke jakarta. Kami mampir ke istana sri sultan puro pakualaman (wakil gubernur yogya) tapi sayangnya gak bisa masuk, jadi kita Cuma sarapan di lapangan depan istana itu. Kami makan syomai dengan harga 18ribu dapet 2 porsi. Usai makan, kami kembali ke hotel untuk packing dan persiapan check out lalu pulang.

Gak bisa masuk jadi foto di depannya aja ;p

Sebenarnya masih jam 12.00, kita bingung mau kemana, saat melewati jco malioboro, mampir sejenak lah sambil ngupi-ngupi dan makan donat. Jam 14.00 kami pergi cari makan siang. Karena saya gak cocok sama makanan sini, akhirnya kita cari rumah makan padang, dapet yang deket lempuyangan. Selesai makan, kita kembaliin motor di depan stasiun lempuyangan dan menghabiskan waktu di stasiun sambil menunggu kereta tiba.

15.10  kereta tiba, waktunya istirahat. Ketemu di cerita perjalanan berikutnya

Wassalamu’alaikum…

 

PS: Semua pantai di gunung kidul cuma bayar parkir aja kok.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Its About My Travelling Journey, Culinary and Anything Silly in Between

%d bloggers like this: